Vladimir Putin “Selamat datang di berita harian belinyu bangka”

Barack OBAMA “Mari berbagi cerita untuk lebih mengenal dunia”

Kota tua di pulau bangka

Posted by edylaw on Jan 16th, 2010 and filed under Sejarah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response or trackback to this entry

Pulau Bangka tak hanya terkenal dengan industri timahnya. Namun, Bangka juga banyak dibicarakan orang karena pariwisatanya. Salah satu rekreasi yang banyak menarik wisatawan ke pulau ini adalah wisata sejarah.

Misalnya saja di Kota Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Mentok adalah kota tua yang berdiri sejak berabad silam. Puluhan gedung bersejarah dengan mudah ditemui di kota yang terletak sekitar 140 kilometer dari pusat Kota Pangkal Pinang.

Di salah satu sudut Kota Mentok berdiri megah sebuah masjid yang berdampingan dengan kelenteng Cina yang dibuat pada 1830. Bangunan tua lainnya yang dapat disaksikan wisatawan adalah
sebuah mercusuar tua yang berada di Pelabuhan Tanjung Kalian. Mercusuar setinggi 60 meter ini, usianya sudah ratusan tahun. Bangunannya dibuat semasa pemerintahan Gubernur Jenderal Raffles.

Meski umurnya sudah tua, mercu suar ini masih bisa dinaiki karena berfungsi sebagai penerangan dermaga saat kapal berlabuh. Lampu mercusuar yang berada di puncak bangunan mulai dinyalakan sejak pukul pagi hingga petang.

Untuk mencapai puncak menara mercusuar, pengunjung harus menapaki sekitar 200 anak tangga. Setibanya di puncak bangunan, pengunjung dengan leluasa bisa menyaksikan pemandangan laut dan pelabuhannya serta bangkai-bangkai kapal yang karam. Kapal-kapal ini sengaja ditanam pemerintah Belanda dua abad silam untuk mencegah erosi.

Dari Pelabuhan Tanjung Kalian, perjalanan dilanjutkan ke kawasan Gunung Menumbing. Di gunung yang?tinginya sekitar 400 meter di atas permukaan laut terdapat bangunan sejarah lainnya. Gedung tua yang dibuat pada 1928 pernah dijadikan tempat pengasingan presiden pertama Indonesia, Soekarno atau Bung Karno.

Gedung bersejarah ini dibuat dari batu-batu gunung. Sejak pertama kali didirikan, gedung tersebut sama sekali belum pernah dipugar. Bangunannya terbagi tiga yakni, bangunan utama sebagai tempat tinggal Bung Karno, ditambah dua vila lainnya. Di tengah-tengah bagian utama terdapat ruang pertemuan yang dapat dipergunakan untuk umum.

Ruangan yang paling menarik untuk dikunjungi adalah ruang kerja Bung Karno. Di dindingnya banyak bergantungan pigura foto dan artikel-artikel. Artikel berisi catatan kecil sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Selain foto-foto dan tulisan, yang tak kalah menarik untuk disimak adalah surat Bung Karno kepada istri?keduanya Fatmawati.

Di belakang ruang kerja Bung Karno terdapat sebuah tempat peristirahatan. Seluruh perabotan yang ada dalam ruangan ini, tidak pernah diubah atau dipindahkan. Kemudian, jika menengok ke samping gedung, pengunjung bisa menyaksikan sebuah mobil Ford tua dengan nomor polisi BN 10. Kendaraan tua ini pernah digunakan Bung Karno dan tamu-tamunya selama berada di tempat pengasingan.

Selain sejumlah tempat bersejarah dan tempat wisata yang indah, Kota Mentok juga dikenal dengan produk kerajinan tangan yang cukup menarik hati. Kerajinan ini dibuat dari bahan dasar timah. Ini terkait dengan pertama kalinya ditemukan deposit timah di kota ini.

Kerajinan khas Kota Mentok itu disebut pewter. Pewter adalah bahan olahan dari timah murni dicampur tembaga dan antimon. Hingga kini kerajinan pewter masih terus berkembang melalui? industri kecil rumah tangga.

Berbagai produk kerajinan mulai dari gantungan kunci, piala, miniatur Pulau Bangka dan replika kapal layar dihasilkan dari tempat ini. Kerajinan yang paling banyak diminati adalah miniatur kapal layar yang dibuat sesuai dengan replika kapal aslinya. Ada kapal Phinisi, Dewa Ruci dan KRI Nala. Harganya bervariasi mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah.

Selain pewter, kerajinan lain yang banyak disukai adalah peci atau kopiah resam. Peci tradisional khas Pulau Bangka ini dibuat dari batang pohon inas atau yang disebut pohon pakis. Cara pembuatannya mirip dengan menganyam hanya benangnya diganti dengan serat. Harga peci resam bisa mencapai ratusan ribu rupiah

Leave a Reply

Log in / Copyright by komunitas belinyu online belinyu.net 2009